Tolong Menolong Lintas Generasi Strategi Ampuh Pembangunan 30 Tahun Mendatang
Tolong Menolong Lintas Generasi Strategi Ampuh Pembangunan 30 Tahun Mendatang
01 Nov 2023
BANJARBARU (BPMP Prov. Kalsel) – Tolong-menolong lintas generasi adalah
strategi ampuh Pembangunan 30 tahun mendatang. Hal ini disampaikan Menteri
Pemuda dan Olahraga RI, Ario Bimo Nandito Ariotedjo dalam sambutannya yang
dibacakan, Kepala Subbag Umum BPMP Prov Kalsel, Sucipto, S.Pd, S.ST, M.Kom, pada Upacara Peringatan Hari
Sumpah Pemuda ke-95, Sabtu (28/10/2023)
di halaman kantor setempat.
“Setiap
pemuda perlu mempunyai visi, misi dan peran strategis untuk 30 tahun mendatang
agar pembangunan dapat berlari lebih cepat. Strategi paling ampuh adalah dengan
tolong-menolong lintas generasi dan gotong royong lintas sektor. Karena kerja
kolaboratif ini sesuai dengan amanah undang-undang no. 40 Tahun 2009 tentang
Kepemudaan dan juga sesuai dengan Perpres No. 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi
Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan agar implementasi koordinasi
lintas sektor tersebut efektif menuju pencapaian Indeks Pembangunan Pemuda
(IPP), maka pada momen Hari Sumpah Pemuda ini, kita harus canangkan kebulatan
tekad semua stakeholder baik Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Provinsi,
Pemerintah Kabupaten Kota, Organisasi Kepemudaan, Komunitas serta elemen –
elemen lain,” papar Sucipto di hadapan peserta upacara yang merupakan ASN BPMP
Prov Kalsel, berstatus PNS maupun PPNPN.

Maulana Fathurrizqie Arrayid /BPMP Prov Kalsel
SAMBUTAN MENPORA – Sucipto, S.Pd, S.ST, M.Kom, Kepala Subbag Umum BPMP Prov
Kalsel membacakan Sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga, Ario Bimo Nandito
Ariotedjo pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95, Sabtu (28/10/2023).
Sebelumnya, disampaikan juga, posisi
Indonesia memang sedang berproses menyelesaikan persoalan korupsi, kemiskinan,
pengangguran, narkoba, pornografi, hoax, ujaran kebencian serta sejumlah
problem bangsa lainnya. Tetapi semua itu bukan menjadi alasan bagi para pemuda
untuk berhenti melaju menuju Indonesia maju dan menciptakan masyarakat adil dan
makmur.
Di
sisi lain, lanjutnya, perkembangan teknologi terkini dan arus informasi yang
semakin cepat membuat kesenjangan penguasaan terhadap teknologi dan informasi
antar generasi. Demikian halnya dengan tatanan sosio-kultural, politik, dan
bahkan bisnis yang dikontestasi. Kita perlu bertanya apakah artificial
intelligence telah digunakan optimal secara masif. Mengimbangi percepatan dan
perubahan ini saja sudah cukup membuat kewalahan. Pada intinya, penguasaan oleh
pemuda terhadap Teknologi dan Informasi serta Literasi Digital menjadi sesuatu
yang harus diseriusi.


Maulana Fathurrizqie Arrayid /BPMP Prov Kalsel
PAKAIAN ADAT – Peserta Upacara Peringatan Hari
Sumpah Pemuda ke-95 yang merupakan ASN BPMP Prov Kalsel, baik PNS maupun PPNPN diwajibkan mengenakan
pakaian adat saat mengikuti upacara, Sabtu (28/20/2023) di halaman Kantor BPMP
Prov Kalsel.
“Terakhir,
marilah kita jadikan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 ini sebagai
momentum membangkitkan semangat kolaborasi dalam memajukan negeri. Semoga Tuhan
yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan kepada kita,” pungkasnya.
Upacara
ini diawali dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks
Pancasila dan Pembukaan UUD 45, serta Hasil Kongres Pemuda 28 Oktober 1928.
Selain itu peserta juga diajak menyanyikan lagu Satu Nusa Stu Bangsa dan Bangun
Pemudi Pemuda.
Foto / Peliput/ Penulis : Maulana
Fathurrizqie Arrasyid / Tim Medsos BPMP Prov
Kalsel
Editor : Lis Maulina

334 View