Penguatan Komunitas Belajar Antar Sekolah sebagai Strategi Penguatan Program Peningkatan Literasi dan Numerasi
Penguatan Komunitas Belajar Antar Sekolah sebagai Strategi Penguatan Program Peningkatan Literasi dan Numerasi
16 Nov 2024
BPMP Prov.Kalimantan Selatan telah melaksanakan Penguatan Komunitas Belajar Antar Sekolah sebagai strategi penguatan program peningkatan literasi dan numerasi pada rentang waktu Oktober s.d November 2024. Kegiatan dilaksanakan di 6 Kabupaten/Kota, pada sekolah-sekolah kategori 1 dan 2 sebanyak 5 sekolah per Kabupaten/Kota. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemodelan pelaksanaan satu siklus komunitas belajar antar sekolah.
Waktu pelaksanaan di tahap ke-1, Kab. Balangan ,Tabalong, Tanah Bumbu dilaksanakan pada rentang tanggal 8-9 November 2024 di Kabupaten Kota masing-masing. Di tahap ke-2, Kab.Banjar, Hulu Sungai Selatan dan Kotabaru dilaksanakan pada rentang tanggal 15 sd 16 November 2024 di Kabupaten/Kota masing-masing.
Adapun yang menjadi sasaran kegiatan adalah 6 Kab/Kota di Kalimantan Selatan yaitu Kab.Banjar, Kab.Hulu Sungai Selatan, Kab.Balangan, Kab.Tabalong, Kab.Tanah Bumbu, Kab.Kotabaru. Kelompok pendampingan adalah sebanyak 1 kelompok per Kab/Kota. Satu kelompok pendampingan terdiri atas 5 sekolah Peserta, per sekolah diikuti 2 orang terdiri atas unsur Kepala Sekolah dan 1 (satu) orang Guru.
Pada pembukaan kegiatan Penguatan Komunitas Belajar Antar Sekolah di Kab.Banjar dibuka oleh Kabid Bina SD, Ibu Darmina Budiyarti,S.Pd. MM. Kegiatan di SDN Astambul Kota ini juga dihadiri oleh Kepala BPMP Prov.Kalimantan Selatan, Bapak Yuli Haryanto,S.E. M Si. yang memberikan arahan terkait komunitas belajar sebagai hatinya sekolah. Dimana melalui komunitas belajar ini diharapkan bisa terjadi sharing praktik baik antar sekolah yang mana pada akhirnya komunitas belajar ini jadi kebutuhan dan mampu menjadi solusi permasalahan pembelajaran di sekolah.
Kegiatan pendampingan di hari pertama dilakukan penguatan terkait Model Numerasi Abad 21, Penguatan Komunitas Belajar, Benahi lingkungan yang mendukung numerasi,( lingkungan fisik, lingkungan emosional, lingkungan sosial dan lingkungan intelektual ).
Diharapkan melalui pemodelan ini satuan pendidikan bisa menerapkan di satuan pendidikan masing-masing terkait model numerasi abad 21 dan mengimbaskan ke sesama rekan guru melalui kombel dalam sekolah juga bisa sharing praktik baik.




148 View