Kendala Tersulit Mengubah Mindset

Kendala Tersulit Mengubah Mindset

10 Mar 2024

admin

167 View

BATU (BPMP Prov. Kalsel) – Mengubah mindset (pola pikir) guru dan orang tua wali murid merupakan kendala sekaligus tantangan tersulit yang dihadapi SMPN 1 Kota Batu menuju keberhasilan sebagai sekolah penggerak dan sekolah inklusi. Kenyataan ini diakui Tatik Ismiyati, S.Pd, Kepala SMPN 1 Batu di hadapan rombongan Kepala SMP se- Kabupaten Tanah Bumbu mengadakan Studi Tiru ke sekolahnya, Kamis (7/3/2024)

“Tidak mudah mengubah mindset para guru dan orang tua wali murid,” akunya menjawab pertanyaan salah satu anggota rombongan tentang kendala yang dihadapi.

Meski demikian, dia tetap mengumpulkan data dan informasi serta memetakannya untuk dijadikan bahan meyakinkan guru dan orang tua wali murid. Sampai akhirnya, dia berhasil mengajak mereka ikut berpartisipasi aktif dalam membenahi dan meningkatkan layanan pembelajaran yang berdampak pada laju prestasi peserta didik.

Sebelum diskusi, Tatik dan dewan guru SMP N 1 Batu menyambut rombongan yang terdiri dari  Kepala SMP Negeri maupun swasta dari kabupaten Tanah Bumbu, perwakilan Dinas Pendidikan Tanah Bumbu dan BPMP  Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili PIC PDM 12, Ida Rusita, S.Kom dan konsultan BPMP. Rombongan yang berjumlah 70 orang dipersilakan melihat dan memperhatikan segala sesuatu yang ada di SMPN 1 Batu. Baru kemudian diarahkan ke ruang Aula pertemuan untuk diajak berbincang santai dan berdiskusi tentang perkembangan sekolah dan atau apa yang telah dilihat oleh para anggota rombongan.

Kegiatan dipandu moderator, dan diawali dengan sambutan dari wakil dinas Pendidikan Kab. Tanah Bumbu mengatasnamakan para kepala SMP yang ikut dalam rombongan studi tiru ini. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk melihat dan menggali sebanyak mungkin informasi tentang keberhasilan SMPN 1 Batu sebagai sekolah penggerak dan sekolah inklusi. Harapannya, melalui studi tiru tersebut dapat meningkatkan kapasitas kepala sekolah dengan melihat secara langsung implementasi kurikulum dari berbagai aspek yaitu manajerial, pembelajaran, strategi, evaluasi serta pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Kemudian, Tatik Ismiati S.Pd menceritakan perkembangan sekolah dalam upaya meningkatkan mutu Pendidikan, ibu Tatik memulai kisah awal beliau berada di SMPN 1 Kota Batu yakni dari tahun 2021 hingga sekarang. Terpaparkan pula akan capaian atau hasil-hasilnya dari pengelolaan bersama tim SMPN 1 Batu terkait implementasi Kurikulum Merdeka, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data, digitalisasi sekolah serta berbagai macam praktik baik dalam memberikan layanan pembelajaran yang berkualitas dan berpihak pada murid. 

.Jawaban pertanyaan lain dari rombongan Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan  yang kesemuanya adalah para kepala sekolah jenjang SMP , ibu Tatik Ismiati selalu menegaskan bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu menghadirkan kegiatan pembelajaran yang berkualitas, inovatif dan kreatif. Kepala sekolah harus memastikan sekolah mendukung fleksibel dan esensial, melakukan refleksi, tindak lanjut hasil refleksi, memantau rapor pendidikan sekolah, memantau ketercapaian RTL, terus mendorong upaya meningkatkan kapasitas guru, memfasilitasi program peningkatan iklim keamanan sekolah, program membangun karakter, dan pelibatan komunitas praktisi atau komunitas belajar.

Diakhir diskusi dan perbincangan ini, ibu Ida selaku perwakilan dari BPMP Kalimantan Selatan memberikan masukan serta menekankan agar studi tiru ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang bisa diterapkan kedepannya menjadi lebih baik di sekolah masing-masing. “ini pelajaran yang baik dan silakan diadopsi di Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan”, begitu kata beliau. Selanjutnya, para tim SMPN 1 Batu dan juga rombongan dari Tanah Bumbu Kalimantan Selatan saling berbagi cindera mata khas daerah masing-masing serta berfoto bersama, dilanjutkan kemudian dengan penutupan oleh Kepala SMPN 1 Batu.