Kendala Tersulit Mengubah Mindset
Kendala Tersulit Mengubah Mindset
10 Mar 2024
BATU (BPMP Prov. Kalsel) – Mengubah mindset (pola pikir) guru dan
orang tua wali murid merupakan kendala sekaligus tantangan tersulit yang
dihadapi SMPN 1 Kota Batu menuju keberhasilan sebagai sekolah penggerak dan
sekolah inklusi. Kenyataan ini diakui Tatik Ismiyati, S.Pd, Kepala SMPN 1 Batu
di hadapan rombongan Kepala SMP se- Kabupaten
Tanah Bumbu mengadakan Studi Tiru ke sekolahnya, Kamis (7/3/2024)
“Tidak
mudah mengubah mindset para guru dan orang tua wali murid,” akunya
menjawab pertanyaan salah satu anggota rombongan tentang kendala yang dihadapi.
Meski
demikian, dia tetap mengumpulkan data dan informasi serta memetakannya untuk
dijadikan bahan meyakinkan guru dan orang tua wali murid. Sampai akhirnya, dia
berhasil mengajak mereka ikut berpartisipasi aktif dalam membenahi dan meningkatkan
layanan pembelajaran yang berdampak pada laju prestasi peserta didik.
Sebelum
diskusi, Tatik dan dewan guru SMP N 1 Batu menyambut rombongan yang terdiri
dari Kepala SMP Negeri maupun swasta
dari kabupaten Tanah Bumbu, perwakilan Dinas Pendidikan Tanah Bumbu dan BPMP Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili PIC
PDM 12, Ida Rusita, S.Kom dan konsultan BPMP. Rombongan yang berjumlah 70 orang
dipersilakan melihat dan memperhatikan segala sesuatu yang ada di SMPN 1 Batu.
Baru kemudian diarahkan ke ruang Aula pertemuan untuk diajak berbincang santai
dan berdiskusi tentang perkembangan sekolah dan atau apa yang telah dilihat
oleh para anggota rombongan.
Kegiatan
dipandu moderator, dan diawali dengan sambutan dari wakil dinas Pendidikan Kab.
Tanah Bumbu mengatasnamakan para kepala SMP yang ikut dalam rombongan studi
tiru ini. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan kunjungan ini bertujuan
untuk melihat dan menggali sebanyak mungkin informasi tentang keberhasilan SMPN
1 Batu sebagai sekolah penggerak dan sekolah inklusi. Harapannya, melalui studi
tiru tersebut dapat meningkatkan kapasitas kepala sekolah dengan melihat secara
langsung implementasi kurikulum dari berbagai aspek yaitu manajerial,
pembelajaran, strategi, evaluasi serta pelaksanaan Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila (P5).
Kemudian,
Tatik Ismiati S.Pd menceritakan perkembangan sekolah dalam upaya meningkatkan
mutu Pendidikan, ibu Tatik memulai kisah awal beliau berada di SMPN 1 Kota Batu
yakni dari tahun 2021 hingga sekarang. Terpaparkan pula akan capaian atau
hasil-hasilnya dari pengelolaan bersama tim SMPN 1 Batu terkait implementasi
Kurikulum Merdeka, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis
data, digitalisasi sekolah serta berbagai macam praktik baik dalam memberikan
layanan pembelajaran yang berkualitas dan berpihak pada murid.
.Jawaban
pertanyaan lain dari rombongan Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan yang kesemuanya adalah para kepala sekolah
jenjang SMP , ibu Tatik Ismiati selalu menegaskan bahwa kepala sekolah sebagai
pemimpin pembelajaran harus mampu menghadirkan kegiatan pembelajaran yang
berkualitas, inovatif dan kreatif. Kepala sekolah harus memastikan sekolah
mendukung fleksibel dan esensial, melakukan refleksi, tindak lanjut hasil
refleksi, memantau rapor pendidikan sekolah, memantau ketercapaian RTL, terus
mendorong upaya meningkatkan kapasitas guru, memfasilitasi program peningkatan
iklim keamanan sekolah, program membangun karakter, dan pelibatan komunitas
praktisi atau komunitas belajar.
Diakhir
diskusi dan perbincangan ini, ibu Ida selaku perwakilan dari BPMP Kalimantan
Selatan memberikan masukan serta menekankan agar studi tiru ini bisa menambah
wawasan dan pengetahuan yang bisa diterapkan kedepannya menjadi lebih baik di
sekolah masing-masing. “ini pelajaran yang baik dan silakan diadopsi di Tanah
Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan”, begitu kata beliau. Selanjutnya, para tim
SMPN 1 Batu dan juga rombongan dari Tanah Bumbu Kalimantan Selatan saling
berbagi cindera mata khas daerah masing-masing serta berfoto bersama,
dilanjutkan kemudian dengan penutupan oleh Kepala SMPN 1 Batu.

167 View